SMA Isy Karima

Sejarah Berdiri Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima Jauh sebelum berdirinya Ma’had

SMA Isy Karima

Sejarah Berdiri Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima

Jauh sebelum berdirinya Ma’had Tahfizhul Qur’an, Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Isy Karima (YSPII) yang telah terbentuk sejak tahun 1994 terlebih dahulu merencanakan pendirian pondok pesantren Taman Pendidikan Al-Qur’an setingkat SMA di bawah bimbingan Ustadz Ya’qub Basya (rahimahullah) dan Ustadz Suwardi Efendi, Lc (rahimahullah). Dengan didirikannya program pendidikan ini diharapkan para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu ke perguruan tinggi di Indonesia, terutama di Timur Tengah.

Kiprah YSPII pun terus berlanjut dengan membuat program baru, yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk anak-anak pada tahun 1996. Program ini dibuat sebagai upaya memakmurkan Masjid Bilal Bin Rabah, sebuah masjid yang dibangun di atas tanah wakaf dari kaum muslimin melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Berawal dari niat baik untuk memberikan manfaat kepada umat, sejumlah penasihat dari YSPII yang terdiri atas Ustadz Ahmad Husnan, Lc (hafizhahullah), Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, Lc (rahimahullah), Ustadz Suwardi Efendi, Lc (rahimahullah), dan Ustadz Muhammad Ilyas, Lc (hafizhahullah) serta dari DDII perwakilan Jawa Tengah memutuskan untuk mendirikan sebuah program pendidikan berupa Ma’had Tahfizhul Qur’an. Sejak itu, dibentuklah sebuah tim kerja guna menindaklanjuti program tersebut yand dibidani dan diketuai oleh Ustadz KH. Wahyuddin dan dibantu oleh para pengurus DDII serta sebagian santri Diniyyah putra YSPII angkatan I.

Akhirnya, pada tahun 1998 secara resmi berdirilah Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Isy Karima yang merupakan program pendidikan setingkat Diploma II dengan masa pendidikan selama 2 tahun dengan fasilitas beasiswa penuh. Jumlah mahasantri angkatan pertama sebanyak 16 orang berasal dari berbagai daerah. Selama 2 tahun mereka diwajibkan mengkhatamkan Al-QUr’an sebanyak 30 Juz. dan barulah pada tahun 2000 Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima berhasil mewisuda angkatan pertamanya.

Upaya pengurus Ma’had Tahfizhul Qur’an dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 1999 merekapun mendirikan Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an (MATIQ) masa pendidikan 4 tahun dipimpin oleh Ustadz Eman Badru Tamam, Lc jumlah siswa angkatan pertamanya sebanyak 7 orang. Tidak hanya itu, merekapun menyelenggarakan program bimbingan da’i di tahun yang sama. Program ini ditujukan bagi para da’i yang berasal dari tiga kecaraman di sekitar lingkungan Ma’had, yaitu Karangpandan, Ngargoyoso, dan Tawangmangu. Pada setiap sore harinya para da’i secara antusias mengikuti program bimbingan.

Demikianlah perjalanan singkat Ma’had Tahfizhul Qur’an Isy Karima yang diawali dari niat baik untuk memberikan manfaat kepada umat dan sekaligus mendukung program pemerintah wajib belajar 9 tahun. laju perjuangan ini tentu saja tidak akan berhenti sampai di sini. Masih banyak cita-cita mulia yang ingin diwujudkan demi menegakkan dienul Islam. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan kepada hamba-Nya yang terus berusaha untuk mendapatkan ridha-Nya. Amiiin.

Comments