Selamat Datang

SIPKUR adalah Sistem Informasi penilaian dan rapor Kurikulum 2013 berbasis Website. Sistem ini di bangun berdasarkan Kurikulum sesuai aturan Dinas Pendidikan yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan.

Contact

  • Alamat : Pajangan RT 03 RW 12 Pajang Laweyan Surakarta 57146.

  • Hp : 0888-297-0536 / 0822-2565-0229

  • Email: info@sipkur.net

0888-8297-0536 / 0822-2565-0229 - E-mail: info@sipkur.net

Blog SIPKUR


Sejarah Hari Pendidikan Nasional

HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional) diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, yaitu pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga yang kaya di era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani ("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Karena usaha beliau dalam mencari hak hak bagi rakyat indonesia dalam mendapatkan pendidikan ditengah tengah penjajahan Belanda, saat itu terjadi diskriminasi terhadap warga Indonesia dengan tak boleh belajar, akan tetapi hanya anak anak dari orang Belanda saja yang boleh mengenyam bangku pendidikan.

Atas keadaan itulah, beliau berusaha menentang Belanda dengan kritikan nya dan berbuah pengasingan dirinya ke negara Belanda, akan tetapi sepulangnya dari negri kincir angin, beliau justru mendirikan Taman Siswa, tempat belajarnya anak anak Indonesia tahun 1922 di Jogjakarta.

Sudah jelaskah sejarah dari pendidikan nasional setiap tanggal 2 mei? kini tinggal kita memaknai nya bagaimana jika datang hari pendidikan nasional, hanya sekedar mengucapkan selamat kah atau bertindak dengan ikut membangun pendidikan karakter di Indonesia ini.

Meskipun bukan hari libur nasional, Hari Pendidikan Nasional dirayakan secara luas di Indonesia. Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait.